Puti Jamilan "Raja Perempuan” di Minangkabau
Sosok seorang wanita dari kaum kerabat Pagaruyung Minangkabau masih tidak banyak dibincangkan secara ilmiah. Meskipun peranan wanita ini begitu penting dalam percaturan politik dan kekuasaan di dunia Melayu pada awal abad ke-18. Salah satu sumber yang menyebutkan tentang sosok wanita ini adalah Tuhf...
Saved in:
| Main Authors: | , , , |
|---|---|
| Format: | Article |
| Language: | Malay |
| Published: |
Universiti Sains Islam Malaysia
2024
|
| Subjects: | |
| Online Access: | http://sainsinsani.usim.edu.my/index.php/sainsinsani/article/view/55 |
| Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
| Summary: | Sosok seorang wanita dari kaum kerabat Pagaruyung Minangkabau masih tidak banyak dibincangkan secara ilmiah. Meskipun peranan wanita ini begitu penting dalam percaturan politik dan kekuasaan di dunia Melayu pada awal abad ke-18. Salah satu sumber yang menyebutkan tentang sosok wanita ini adalah Tuhfat al-Nafis. Dalam kitab ini disebutkan bahwa di Pagaruyung terdapat seorang wanita yang bernama Puti Jamilan, ibu suri di istana. Beliau adalah ibu atau bunda dari Raja Pagaruyung, yang sebenarnya mempunyai kedudukan yang lebih tinggi dari puteranya dalam hirarki pemerintahan Minangkabau. Puteri Jamilan atau Bundo Kanduang adalah seorang perempuan yang amat cerdas dan mempunyai kuasa politik serta pengaruh moral yang kuat tidak hanya di Minangkabau, bahkan juga di pantai Barat dan Timur Sumatera. Beliau mempunyai kuasa untuk mengutus dan menghantar surat ke dunia luar dengan menggunakan gelaran "Raja Perempuan Minangkabau" atau Yang Dipertuan Baginda Puteri Jamilan. Bahkan Rekod Belanda juga menyebutkan kuasa politik dan moral Puti Jamilan melalui surat-surat yang ditulisnya ke kerajaan-kerajaan di Alam Melayu seperti Jambi dan Melaka pada awal kurun ke-18. Selain itu Puti Jamilan juga dikatakan sebagai ibu angkat kepada Sultan Abdul Jalil Rahmad Syah (Raja Kecil Siak). Keberhasilan Raja Kecil menaklukan takhta Kerajaan Johor adalah berkat sokongan padu dari Puti Jamilan dan Kerajaan Pagaruyung. Sehubungan dengan itu kertas kerja ini akan membincangkan lebih lanjut tentang Puti Jamilan dan peranannya sebagai "Raja Perempuan" Minangkabau dalam percaturan politik di Alam Melayu. |
|---|
