Integrasi tauhid dan psikospiritual islam dalam menangani krisis identiti generasi z muslim
Generasi Z Muslim menghadapi krisis identiti yang kompleks akibat pengaruh globalisasi, perkembangan media sosial, kepantasan perubahan budaya serta pengaruh sekularisme dan relativisme moral. Situasi ini memberi implikasi sosial, psikologi dan spiritual yang mendalam terhadap Generasi Z. Artikel in...
Saved in:
| Main Authors: | , |
|---|---|
| Format: | Article |
| Language: | en |
| Published: |
Global Academic Excellence
2025
|
| Subjects: | |
| Online Access: | https://eprints.ums.edu.my/id/eprint/45338/1/FULLTEXT.pdf https://eprints.ums.edu.my/id/eprint/45338/ https://doi.org/10.35631/IJEPC.1058054 |
| Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
| Summary: | Generasi Z Muslim menghadapi krisis identiti yang kompleks akibat pengaruh globalisasi, perkembangan media sosial, kepantasan perubahan budaya serta pengaruh sekularisme dan relativisme moral. Situasi ini memberi implikasi sosial, psikologi dan spiritual yang mendalam terhadap Generasi Z. Artikel ini mengkaji bagaimana integrasi konsep tauhid dan pendekatan psikospiritual Islam dapat menjadi solusi efektif dalam menangani cabaran ini. Tauhid sebagai asas keimanan membentuk kesedaran diri yang berpusat kepada Allah SWT, manakala pendekatan psikospiritual Islam yang merangkumi pemeliharaan qalb (hati), ibadah dan matlamat akhirat mampu memperkukuh kesejahteraan mental dan spiritual. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis literatur terkini yang relevan. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis literatur. Data dikumpulkan melalui kajian pustaka terhadap sumber-sumber primer dan sekunder yang relevan, termasuk buku, artikel jurnal dan laporan penelitian. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menekankan pada pemahaman mendalam terhadap teks dan konteks yang dikaji. Hasil kajian menunjukkan bahawa pengukuhan nilai tauhid dan amalan psikospiritual dapat membantu Generasi Z Muslim membina identiti yang kukuh dan seimbang dalam menghadapi cabaran era digital. Konsep tauhid memberi kesedaran terhadap peranan diri sebagai hamba dan khalifah manakala psikospiritual Islam memberi panduan berdasarkan prinsip ajaran tasawuf seperti taubat, qanaah, zuhud, yakin, sabar, tawakal, tawaduk dan reda disertai amalan meditasi spiritual seperti doa, zikir dan bacaan al-Quran yang dilengkapkan dengan proses tazkiyah al-nafs. |
|---|
